Friday, January 16, 2015

KEJAHATAN KARTU KREDIT YANG DILAKUKAN LEWAT TRANSAKSI ONLINE



NAMA            : FARISKA YOSI IRYANTI
NIM                : 122231065
JURUSAN       : PERBANKAN SYARIAH

v  Carilahcontohkasuskejahatandalambidangbisnissyariah (bisnisapapun) yang melibatkanteknologiinformasi, analisispenyebabdanbagaimanacaramengatasinya?
“KEJAHATAN KARTU KREDIT YANG DILAKUKAN LEWAT TRANSAKSI ONLINE”
A.       AnalisisPenyebab
Carder adalahsebutanuntukseseorang yang ahlidalammenjebol system keamananpadakartukredit, secara illegal melaluidunia internet.Carding adalahberbelanjamenggunakannomerdanidentitaskartukredit orang lain yang di perolehsecara illegal, biasanyadenganmencuri data di internet.[1]Para carding tidakperlususahpayahuntukmendapatkan yang diinginkannya, diahanyaperlumengetahuinomerkartupalsutanggalkadaluarsanya, walaupuntidaksecarafisikmerekamencurinya, tapiketahuilahbahwaseorang carding itubisamerugikansuatu Negara, bisamembuatperekonomiansuatu Negara anjlokdanmengalamikerugianbesar.[2]
Polda DI Yogajarkartamenangkap 5 carder danmengamankanbarangbukti yang bernilaipuluhanjuta, yang di dapatkandari merchant luarnegeri.Begitujugadengan yang di lakukanmahasiswadari Bandung, Buy alias Sam. Akibatperbuatannyaselamasetahun, beberapapihak di Jermandirugikansebesar 15.000 DM(sebesarRp 70 juta). Para carder jugamenyadap data kartukreditdaridua outlet pusatperbelanjaan yang cukupterkenal.
PT. Bank SyariahMandiri (BSM) jugapernahtersangkutkasusfraud[3] yang dilakukantigapejabatkantorcabangutamabogor, tiga orang yang ditetapkansebagaitersangkapembobolanuang BSM lewatkreditfiktiftersebutadalahkepalacabangutama bank syariahmandiri Bogor, kepalacabangpembantu bank syariahmandiribogordanaccaonting officer bank syariahmandiribogor.[4]
Caranya, saatkasirmenggesekankartupadawaktupembayaran, padasaatitu data berjalanke bank-bank tertentu, disitulah data-data di curi.Akibatnyabanyaklaporanpemegangkartukredit yang mendapatkantagihanterhadaptransaksi yang tidakpernahdilakukannya.Modus kejahataniniadalahpenyalahgunaankartukreditoleh orang yang tidakberhak.Motif kegiatandarikasusinitermasukdalamcybercrime[5]sebagaitindakanmurnikejahatan.[6]
Beberapa modus yang biasadilakukanoleh carder:
·        Memboboldatabase bank, dengankeahlianteknistertentu, attacker memboboldatabase bank. Nomorkreditpelanggan bank di dapatdaricaraini.
·        Skimming, sederhanya, skimmingadalahpengopian data kartu magnetic secara illegal, denganmenggunakanperangkatmagnetic card reader.
·        Transaksimerchant, attacker membacadan bias sajamerekamdengankamera, tigaangka di balikkartukreditanda. AngkainimerupakankodeCard VerivicationValue (CVV) darikartukreditanda. Sebuahtransaksihanyaakanberhasiljikakasirmenginputtiga digit angkaini.[7]
B.       Cara Mengatasiataumencegah
1.         PerluadanyaCyberlaw. Cybercrimebelumsepenuhnyaterakomodasidalamperaturan/undang-undang yang ada, pentingadanyaperangkat hokum khususmengingatkankarakterdaricybercrimeiniberbedadarikejahatankonvensional.
2.         Perludukunganlembagakhusus. Lembagainidiperuntukanuntukmemberiinformasitentangcybercrime, melakukansosialisasisecaraintensifkepadamasyarakat, sertamelakukanriset-risetkhusudalampenanggulangancybercrime.
3.         Penggunaanenkripsiuntukmeningkatkankeamanan. Penggunaanenkripsiyaitudenganmengubah data-data yang di kirimsehinggatidakmudah di sadap (plaintextdiubahmenjadichipertext). Untukmeningkatkankeamananauthentication (penggunaanuser_iddanpassword), penggunakanenkripsidilakukanpasatingkatsocket.[8]
4.         Memastikankartukredit yang di milikitersimpanpadatempat yang aman.
5.         Jikamerasakehilangankartukreditharussegeralaporkepihak yang berwajibdansegeramelakukanpemblokiranpadasaatitujuga.
6.         Pastikankikamelakukanfotocopykartukreditdankartuidentitastidaksampaidigandakanolehpetugasataupegawaifotocopi.
7.         Ketikamembayardengankartukredit, janganlengahdanselaluperhatikan teller ataukasir yang menanganikartuanda. Pastikankartusudahberada di tanganandaketikameninggalkan took atau merchant tersebut.
8.         Pastikantelahmenyimpansecaraamantigaatauempat digit terakhirdarinomer di belakangkartukredit.
9.         Simpanstrukbelanjauntuk di bandingkandengan billing statement kartukredit
10.     Janganasalmembayarmenggunakankartukreditatau debit.
11.     Hancurkanatausobek-sobeksemuastruktransaksi yang menggunakankartukreditatau debit sebelumdibuang.
12.     Janganmemberitahu pin andakepadasiapa pun danjangansampai orang lainmelihatkombinasiangka yang andamasukanketikamembayarmenggunkankartukreditatau debit.
13.     Selaluberhati-hatidanbijakdalammenggunakankartu debit dankartukredit.
14.     Pastikanpengelola Web menggunakan SSL (secure sockets layer) yang ditandaidengan HTTPS pada Web Login transaksi online
15.     Jangansembaranganmenyimpan file scan kartukreditandasembarangan, termasukmenyimpandalam E-mail.[9]
v  Hitunglahdanlengkapidenganperhitunganini
1.      10 MB= …. Byte?
10 MB= 10 X 1024 = 10.240 KB
10240 KB= 10240 X 1024 = 10.485.760 Byte
2.      2 GB=…. KB?=…..Byte?
2 GB= 2 X 1024= 2.048 MB
2.48      MB= 2.048 X 1024= 2.097.152 KB
2.097.152 KB= 2.097.157 X 1024= 2.147.483.648 Byte
3.      200MB= ….KB?=…..GB?
200MB= 200 X 1024= 204.800 KB
200MB= 200/1024= 0,195 GB












LAMPIRAN:

KASUS :Kasus Carding The Body Shop

Timlo.net –Empatpelakupencuri data kartukreditdankartu debit dicidukpetugasDirektoratReserseKriminalKhususPolda Metro Jaya. Keempatnyayakni SA (36), TK (37), FA (36) dan KN (28).Merekaditangkap di beberapalokasiberbeda.
KabidHumasPolda Metro Jaya KombesRikwantomenuturkanpenangkapanberawaldaripuluhanpenggunakartukreditmaupun debit yang melaporkanadanyatransaksimencurigakan di rekeningnya.
“Setelahditelusuriternyatasebagianbesarpelaporadalahmereka yang kerapmelakukantransaksi di kasirtoko Body Shop di wilayah Jakarta dan Padang,” ujarRikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/5).
Melaluiteknologi yang dimiliki, lanjutRikwanto, petugasmendapatipelaku SA lah yang melakukantransaksidenganmenggunakanrekeningcurian.“Pelakubelanjadengankartukreditmaupun debit yang data-datanyaadalahhasilcurian,” tuturnya.
SA ditangkap di Medan, Sumatera Utara. “Kemudiandilakukanpengembanganditangkaplagisuami SA yakni TK,” ujarnya.
Dari keduanyapetugasmenyita 3 buah laptop, 1 encoder kartu, 40 kartukreditpalsu, 3 printer, 1 alat EDC, ratusankartukosong yang nantinyaakandiisi data-data curiandanbeberapalembarplastikpreskartu.
Sedangkan FA dan KN ditangkap di Sidoarjo, JawaTimur.“Untukperanmasing-masingpelaku, SA dan TK merupakanpembeli data daripelaku FA dan KN,” terangRikwanto.
Untuk FA dan KN berperanmencetakkartukreditpalsudanmengisi data (encode) kartukreditcurianmenggunakanalat encoder danjugakomputer.
“FA merupakanotakpelakukarenadialah yang menyediakankartukreditdan debit kosonguntukkemudiannantinyadiisidengan data-data korban yang kerapmelakukantransaksi di kasirtoko Body Shop,” paparRikwanto.
Selainempatpelaku yang sudahditangkap, petugasjugamasihmemburutigapelaku yang didugamenggunakankartukreditdan debit yang sudahdiisidengan data-data orang lain.
“PelakudijeratPasal 363 KUHP danPasal 31 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE danjugapasal 3 danPasal 5 UU no. 8 tahun 2010 tentangTindakPidanaPencucianUangdenganancamanlebihdari lima tahunpenjara,” tandasnya. (IM)
DirekturDepartemenPerencanaanStrategisdanHubunganMasyarakat BI Difi Ahmad Johansyahmemaparkankronologidarikejadiantersebut.Berikutkronologi yang berhasitdihimpunolehtimpenyelidik:
  1. Selasa 5 Maret 2013terdeteksi fraud counterfeit kartu debit di AmerikaSerikatdanMeksiko. Di keduanegaratersebut, untukpembayaran EDC tedapatduaopsiuntukmelakukantransaksiyaitudengan debit ataukredit. Fraud terjadiuntukkartukredit yang menggunakansistemgesek.
  2. Rabu, 6 Maret 2013 Dari hasilanalisadan sharing antar bank diketahuidugaanawaltempatpencurian data adalah merchant Body Shop di duabuah mall di Jakarta.BI telahdilakukankoordinasidenganpihak Visa International untukpembuatan parameter Real Time Decline pada system VAA/VRM terhadaptransaksi yang terjadi di US danMeksikountuk terminal mencurigakan.
  3. Kamis, 7 Maret 2013 Diketahuitempatterjadinya fraud bertambah, tidakhanya di AS danMeksiko, melainkanjuga di Philipina, Turki, Malaysia, Thailand, dan India.Dugaanadanyatempatpencurian data mulaiberkembangkecabang Body Shop yang lain.
  4. Jumat- Minggu, 8-10 Maret 2013 Sejumlah bank telahmelakukanpemblokirankartudanmelanjutkananalisis Common Purchase Point (CPP). Hasilanalisa CPP menyimpulkandugaantempatpencurian data berkembangkecabang Body Shop yang lain, di beberapatoko di Jakarta dansatu di Padang.
  5. Senin, 11 Maret 2013 BI telahmelakukankoordinasilanjutandenganpihak Visa international untukpembuatan parameter Real Time Decline pada system VAA/VRM untuktransaksi swipe di US, Meksiko, Turki, Malaysia, Philipina, Thailand, dan India.
  6. Kamis, 7 Maret 2013 BI telahdilakukanpertemuanantarapihak bank acquirer denganpihak Body Shop, dengan agenda menginformasikankasus fraud yang terjadidengandugaansementarapencurian data di merchant Body Shop di dua mall di Jakarta. Diketahuibahwalatarbelakang merchant Body Shop melakukan double swipe adalahuntukkepentinganrekonsiliasi data transaksimelalui EDC denganpencatatan di sistem cash register. Umumnya, jikadilakukan swipe maka data yang terekamdarikartukreditadalahnomorkartu, expiry date, dan Card Verification Value (CVV) berupa 3 angka di bagianbelakangkartukredit. Sebenarnya yang diperlukan merchant hanyalah data nomorkartu, yang dapatdiperolehmelalui input data/key in.
  7. Kamis, 14 Maret 2013 Perwakilan Bank Acquirer bertemudenganpihak Body Shop untukmemintapenjelasanproseduratau flow cash register yang ada di masing-masing outlet sehinggatersimpan di server kantorpusat.
  8. 20 Maret 2013Telahdilakukankesepakatanantaranggota AKKI tanggal. AKKI telahmembuatlaporankepihakkepolisian, melakukanujiforensikdanmegghentikanpraktik double swipe di merchant Body Shop.[10]



[1]https://Odhol.blogspot.com/2012/10/pengertian-carder.html?m=1
[2]https://Maya2013du.blogspot.com/2013/07/pengertian-hacker-cracker.html?m=1
[3] Fraud adalahsekumpulantindakan yang tidakdiizinkandanmelanggar hokum yang di tandaidenganadanyaunsurkecurangan yang disengaja
[4]https://Eptikproject.blogspot.com/2013/11/kasus-3-bsm-tersandung-kasus-fraud.html?m=1#!/2013/11/kasus-3-bsm-tersandung-kasus-fraud.html
[5]Cybercrime merupakankejahatan yang memanfaatkanperkembanganteknologi computer khususnya internet. (gustavias.blogspot.com/2012/11/defenisi-hacker-cracker-carder-dan-lain.html?m1)
[6]https://Hanyasebatastugas.blogspot.in/2012/12/Contoh-kasus-data-forgery.html?m=1
[7]https://Odhol.blogspot.com/2012/10/pengertian-carder.html?m=1
[8]https://Hanyasebatastugas.blogspot.in/2012/12/Contoh-kasus-data-forgery.html?m=1
[9]https://Eptikproject.blogspot.com/2013/11/kasus-3-bsm-tersandung-kasus-fraud.html?m=1#!/2013/11/kasus-3-bsm-tersandung-kasus-fraud.html
[10]http://eptikproject.blogspot.com/2013/11/kasus-2-kasus-carding-body-shop.html

Tantangan Internal Dan Eksternal Sebuah Perusahaan Terhadap Teknologi Informasi



Nama  :Fariska Yosi Iryanti
Nim     :122231065
Kelas   :PBS-B Ikut Kelas A

Tantangan Internal Dan Eksternal Sebuah Perusahaan Terhadap Teknologi Informasi
Faktor Internal
Faktor internal merupakan lingkungan internal yang terdiri dari kekuatan dankelemahan yang ada didalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Lingkungan internal terdiri dari keuangan dan Akuntansi, SDM, Pemasaran, Operasi, dan Penelitian/Pengembangan.[1]
Faktor internal adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
a.       Problem hubungan antar anggota
b.       Problem dalam proses kerja sama
c.       Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut sistem saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. Sistem birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.[2]
Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan lingkungan bisnis yang melengkapi operasi perusahaanyang daripadanya muncul peluang dan ancaman. Faktor ini mencakup lingkungan industridan lingkungan bisnis makro, yang membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasiini hidup.Lingkungan industri atau lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh langsung pada perusahaan dan pada gilirannya akandipengaruhi oleh perusahaan. Elemen tersebut adalah pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan. Lingkungan kerja perusahaan umumnyaadalah industri dimana perusahaan dioperasikan.
Lingkungan bisnis makro atau lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum yang tidak  berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dansering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang. Perusahaan-perusahaan besar membagi membagi lingkungan sosial dalam satu wilayah geografis menjadi empat kategori,terdiri dari faktor ekonomi, sosiokultural, teknologi dan politik-hukum dalam hubungannyadengan lingkungan perusahaan secara keseluruhan.[3]
Faktor eksternal adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.[4]



[1]http://www.academia.edu/4631973/Mengidentifikasi_Faktor_Internal_dan_Eksternal_dengan_Analisis_SWOT_pada_Perusahaan_Konveksi
[2] http://gusasta.blogspot.com/2014/05/tantangan-perubahan-dan-faktor.html
[3]http://www.academia.edu/4631973/Mengidentifikasi_Faktor_Internal_dan_Eksternal_dengan_Analisis_SWOT_pada_Perusahaan_Konveksi
[4] http://gusasta.blogspot.com/2014/05/tantangan-perubahan-dan-faktor.html