--THE STORY OF MY TRIP--
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hallo
Indonesia !!!
Tak terasa saya sudah sampai di Boyolali-Indonesia dengan keadaan
selamat tidak kurang suatu apapun. Disini saya akan menceritakan kesan, pesan
dan harapan saya untuk Boyolali dari perjalanan yang saya tempuh 10 hari dalam
misi kebudayaan ini.
Dan di mulai pada tanggal 2 oktober 2015, adalah
pertama kalinya saya bersama 21 teman duta seni dan budaya menginjakan
kaki di hongkong. Di hongkong kami bertinggal selama 2 hari. Hongkong adalah
Negara kecil, sempit dan padat, dimana disana banyak gedung-gedung pencakat
langit yang menjulang tinggi, mayoritas masyarakat hongkong tinggal di
apartemen, untuk para muda mudi yang baru memulai hidup biasanya menempati
apertemen yang didirikan oleh pemerintah, dan harganya relative lebih murah,
harga tahan di hongkong sangat mahal dan banyak artis-artis luar negeri maupun
dalam negeri yang memiliki tahan di hongkong.
Jalan-jalan di hongkong sangat sempit, sehingga harus hati-hati apabila
mengendarai kendaraan di hongkong, mungkin kalau saya yang nyetir jalannya
pasti pelan-pelan banget, berhubung yang nyetir orang hongkong dan sudah
terbiasa dengan medannya jadi mengendarai busnya lancar jaya walaupun jalannya
sempit maksimal. Dari yang saya lihat, hongkong adalah derah perbukitan,
walaupun Negara yang maju dan tatanan kota padat oleh gedung-gedung, namun
dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau dan teduh.
Mayoritas masyarakat Hongkong mengunakan transportasi umum seperti
taxi yang tiap taxi memiliki kapastias seat(tempat duduk) yang berbeda-beda,
ada yang 4 seat, ada juga yang 5 seat, ada juga kereta dari kereta modern yang
cepat dan kereta klasik yang sangat lamban sekaligus harganya murah,
namun di hongkong juga seperti di Indonesia, masih banyak di temui mobil-mobil
pribadi yang di gunakan dan mobil rata-rata pengeluaran baru yang di Indonesia
belum ada, kalau pun ada hanya beberapa dan orang-orang tertentu saja.
Untuk pertama kalinya saya di hongkong, saya di sambut baik oleh
gerimis yang perlahan-lahan membasahi baju yang saya kenakan, mungkin gerimis
itu sepela, tapi dari musim hujan sampai musim kemarau di Indonesia baru kali
ini saya merasakan germis lagi dan pertama kalinya di Hongkong,
Lanjut cerita tentang hongkong, banyak hal yang saya kagumi dari
Negara kecil ini. Pertama finance. Hongkong adalah Negara ketiga dengan
keuangan terbaik setelah newyork dan London, di hongkong kamu bakal banyak
nemuin perusahaan intermediari keuangan, seperti bank. Di hongkong kamu dapat
menjumpai bank dari berbagai Negara, seperti bank of America, bank Malaysia,
bank singapura dan ada juga Bank Negara Indonesia. Sedikit ada rasa bangga
ketika melihat ada salah satu Bank BUMN Indonesia di Hongkong, tapi kekecewaan
itu juga ada, kenapa Cuma ada 1 Bank dari Indonesia? Padahal Indonesia memiliki
puluhan hingga ratusan Bank BUMN, BUMD dan swasta. Di lihat dari gedungnya
pula, bank Indonesia terbilang kecil di bandingankan bank Malaysia dan bank
singapura yang seyogyanya masih serumpun dengan Indonesia.
Apabila di logika secara kasar mungkin sedikit lucu ketika suatu
Negara banyak sekali perusahan bank dari dalam hingga luar negeri yang
gedunganya nauzubilah besarnya, sedangkan negaranya sangat sempit, bagaimana
operasional perusahaan bank yang sebanyak itu dengan wilayah sesempit itu yang
sudah berbagi dengan pemukiman, secara bank mencari keuntungan dengan menjadi
intermediary orang yang memiliki kelebihan dana dan orang yang membutuhkan
dana, di sisi lain bank di hongkong sangat banyak dan bank skala pusat/besar,
hingga saya mendapatkan jawab dari pertanyan saya oleh tour leader hongkong
yang sering di sapa pak jo.
Bank-bank yang banyak itu ternyata tidak hanya beroperasional di
wilayah hongkong saja, tetapi sudah skala internasional, jadi banyak warga
Negara lain yang meminjam dana untuk bisnis dan keperluan lain nya
dari bank-bank yang ada di hongkong, sehingga tidak heran apa bila finance
hongkong terbilang maju, di tambah lagi di hongkong ada sebuah pelabuhan
tersibuk nomer tiga di dunia, 24 jam operasioanl pelabulan ini tidak berhenti,
pelabuhan ini sangat rapi, banyak kapal-kapal yang terparkir rapi dan siap
bertransakri pemindahan barang-barang. Kenapa pelabulan itu sibuk? Karna
barang-barang yang masuk ke hongkong tidak di kenai pajak atau bebas pajak
untuk semua komoditas kecuali rokok dan mobil, karna ini juga hongkong di sebut
sebagai Negara shoping. Pasti kamu sering lihat di tv artis-artis Indonesia
berlibur dan belanja di hongkong, nah karna ini sebabnya barang-barang di sini
terbilang murah untuk belanja sehingga banyak orang indonsia atau warga Negara
lain yang memilih hongkong sebagai salah satu destinasi shoping. Untuk fashion
di hongkong, huuuuuu jangan Tanya, hongkong fashion stylis, fashionista,
fashion maniak dan entah apalagi itu namanya yang pasti masyrakat hongkong
stylis, namun untuk saya sendiri, saya tidak sempat mengunjungi tempat shoping
dan belanja di hongkong, jadi saya belum bisa membandingkan harga secara pasti.
Namun dari penjalasan pak jo itu lah yang terbaca oleh saya.
Masyarakat hongkong mayoritas keturunan china dan inggris. Bisa di
bilang masyarakat di hongkong itu muka cina tapi otak inggris karna mereka
berkerja dan juga menikmati hasil yang mereka dapatkan seperti orang inggris
(kata tour leadernya si gitu).
Dan tidak seperti di china yang memiliki peraturan bahwa
setiap keluarga hanya boleh memiliki 1 anak, di hongkong tidak ada batasan
untuk jumlah anak, malah pemerintah di hongkong menghimbau untuk majunya
pertumbuhan penduduk, padahal di hongkong sendiri biaya hidup cukup mahal
apabila di bandingkan dengan Indonesia, namun di sisi lain walau tanah di
hongkong mahal tapi orang kaya di hongkong itu sebuah mayoritas.
Tata kota. Saya suka tata kota di hongkong, meraka memanfaatkan
dengan baik setiap potensi wilayah Negara dengan baik tanpa merusak semua alam.
ada sebuah terowongan bawah laut yang lumayan panjang, dan tingginya 2,5 km di
bawah permukaan laut, dan di Indonesia belum ada yang seperti ini. Saya juga
sempat ke Victoria peak, kurang lebih Victoria peak seperti new selo boyolali,
tapi bedany banyak(hahahaha), kalau selo masih alami banget, mau naik kesana
aja harus pake motor, motornya pun harus sehat habis di servis, kalau kita
menuju Victoria peak kita tinggal naik kereta khusus yang kapasitasnya muat banyak.
di new selo kamu mau menjumpai sampah? Banyak. Kalau di Victoria peak ? huem,,,
resik banget coi!!. Adem-ademnya samalah seperti di selo-Boyolali.
tapi Pemandangannya tentu berbeda, kalau di selo kita bisa lihat pegunungan
atau kota-kota yang agak jauh di selo, sedangkan kalau di Victoria peak kamu
bisa liat salah satu pulau bagian dari hongkong dengan kepadatanya serta
pemandangan air laut yang bersih banget. Yeah.. Victoria peak bisa menjadi
salah satu alternative wisata yang bisa kamu kunjungi kalau kamu mau ke
hongkong.
Huemm… kenapa aku jadi promoin hongkong sih,, -_-, andai aja new
selo di kelola dengan baik, jalan dan tranposrtasi di perbaiki dan di diadakan,
sampah-sampah di bersihkan, dan jujur saya tergangung dengan pemadangan
warung-warung di bawah tulisan new selo itu, sadar gak sih, tulisan new selo
itu dari kejauhan terlihat gagah banget, tapi ketika mendekat ada warung-warung
yang merusak pemandangan dan untuk spot foto yang sekarang di gandrungi anak
muda jadi tidak menarik. Sangat di sayangkan, apalagi depan warung
itu banyak sampah, oh no!. kalau seumpama warung-warung itu di
pindah kan tempat, lalu di bawah tulisan new selo di buat taman pasti lebih
indah, dan tentu lebih indah tanda sampah. Pasti new selo akan memiliki banyak
pengunjung. Saya yakin bisa dan semua itu butuh proses.
Hari kedua setelah berkunjung ke Victoria peak saya bersama 21
member duta seni dan budaya berkunjung ke pusat persiasan di hongkong, ya
disana cuma ngelus dada saja ya, soalnya mahal-mahal, ya namanya juga perhiasan
dari giyok, emas murni, perak dan sebaginya, tapi cukup membuat saya puas untuk
cuci mata, hehehe, simbol perhiasan disini berbentuk seperti liontin tapi dalam
liontin itu ada kipasnya, cantik sekali.
setelah itu kita lanjutberjalanan, nah di hongkong kami
berkesempatan perfome di Bank Negara Indonesia dan pertama kalinya perfom
membawakan tarian khas boyolali di luar negeri. Alhamdulilah pementasan
berlansung lancar dan full membawakan 8 tarian, agak sedih sih kalau menghitung
berapa jumlah penontonnya, hhehe,,, kenapa sedih? Karena penontonya dikit,
karena cuaca saat itu kurang mendukung pula yakni adanya badai taifun 3 yang
membuat tamu undangan enggan untuk datang. Tapi itu tidak menyurutkan semangat
kami, anggap aja kita sedang gladi bersih untuk kesekian kalinya, hehehe.
#semangat
Sebenarnya kalau di lihat dari alur perjalannan dari
hongkong itu ke china, tapi bahas chinanya setelah aku bahas macau aja ya, gpp
kan? Gpp. Haha.
Macau: Wonderfull, agresif, charming, smart. Mungkin itu beberapa
kata yang bisa menggambarkan macau. Macau macau oh macau, sayang di macau cuma
1 hari aja, sebenarnya masih banyak pertanyan dari dalam diriku yang belum
terjawab tentang macau.
Wonderfull of macau, macau kota yang rapi, indah dan bisa
menjadi salah satu alternative wisata disana, saya berangkat menuju macau dari
shenzen-china menuju macau melalui jalan darat. Macau secara administrative
termasuk kota atau daerah istimewa di china, sehingga kalau mau masuk di macau
harus cek di imigrasi, saat di macau ini juga hujan dan gerimis terus, kurang
memuaskan si kalau mau jalan-jalan di macau saat cuaca seperti ini di tambah
lagi adanya badai taifun 3, badai taifun 3 ini memang sedang menyerang
hongkong, macau, dan china. Badai taifun memiliki level 1-8, dan kalau badai
taifun sudah sampai di level 8., warga macau, china dan hongkong tidak berani
memakai jembatan antar pulau, tetapi mereka memanfaatkan transfortasi bawah
jembatan untuk mencapai kota tujuan.
Kota ini memang unik, masih termasuk wilayah china namun isi kota
macau berbeda sekali dengan china, lebih rapi, padat dan banyak monument.
Tertutama monument persahabatan antara orang china dan portugis. Di macau ada 2
kebudayaan yang mendominasi yakni kebudayaan china dan portagis, namun
kebudayaan itu dapat menyatu dan masyarakatnya hidup dengan tentram dengan dua
budaya yang saling menghargai.
Agresif. Mungkin kamu sudah tau macau itu
terkenal dengan apa. Yaps! Judi. Macau terkenal dengan di legalkannya
judi. Dan kalau kamu kamu masuk ke casino(tempat judi) kamu harus
berumur minimal 21 tahun. dari 22 member duta seni boyolali hanya sayalah yang
bisa masuk ke casino. Hehe, tapi saya tidak sendirian, saya juga mengajak
cameramen dari boyolali -mas bogie- untuk menemani saya melihat-lihat orang
judi di gedung venetian. Orang-orang judi di sana jangan di bayangkan judi
seperti orang-orang disini yang penuh asap rokok dan kacang, kalau disana rapi,
bersih, dilarang merokok di tempat judi, di larang memfoto, dan di manajemen
dengan baik. di macau banyak sekali casino-casino dengan gedung-gedung besar
dan fasilitas yang baik. untuk judi ini menggunakan mata uang dollar hongkong.
Soal judi ini cukup tau saja sebagai penambah pengetahuan, dan saya tetap tidak
berharap kalau Indonesia terutama boyolali mengikuti pelegalan judi ini. J
Charming. Oiya tadi saya sedikit menyinggung tentang gedung
venetian. Bagi kamu yang gak paham bagaimana alur saya bisa masuk ke tempat
judi itu, begini critanya, kita datang kemacau, makan siang, ke pusat oleh-oleh
di macau kemudian ke ventian, venetian adalah sebuah mall sekaligus hotel mewah
yang mengangkat konsep venesia. Di gedung venetian lantai 2 ada lanit buatan
dan gondola buatan yang menyerupai tata kota venesia, #warbyasakk .sungguh
indah dan menajubkan, jadi tidak heran kalau gedung ini selalu ramai di penuhi
oleh pengujung yang untuk berfoto ria dan shoping, dan di lantai 1 terdapat
casino atau tempat judi yang saya masukin tadi.
Masih dengan ke-charming-annya macau. Sewaktu saya lewat saat
berkeliling di macau, ada sebuat tower yang mirip sekali dengan menara effel
paris-prancis. Ternyata macau mau mengadakan menara efeel di macau sebagai
salah satu destinasi wisata, jadi warganya kalau mau melihat menara effel tidak
harus pergi jauh-jauh ke paris-prancis. Cukup di macau aja kamu bisa melihat
menara effel.
Jalan-jalan di macau juga sudah di rancang sedemikian rupa dan
setiap setahun sekali sekali ada perbaikan (harusnya Indonesia gitu, tidak
nunggu jalan rusak baru di perbaiki. Hem!) jadi jalan-jalan di macau selalu
mulus, jalan di macau juga terkenal dengan agenda grand prix tiap tahunnya.
Grandprix adalah balapan mobil skala internasional. Yang kata tour leadernya
akan di adakan grand prix akhir oktober ini. Sayang tidak bisa menonton T_T .
ketika balapan mobil ini semua akses jalan di tutup dan samping jalan juga di
tutup karana ketika kamu mau nonton harus beli tiket terlebih dahulu.
Mobil rongsok di sini juga bisa jadi pemandangan yang bagus lo,
karna disini mobil harus di cek kelayakannya setelah 10 tahun, kalau setelah 10
tahun di cek ternyata tidak layak maka akan di buang dan di taruh di
bukit-bukit, jadi bukit yang biasanya ada dedaunan mejadi tumpukan mobil-mobil
yang masih mulus(menurut saya).
Smart. Mungkin ini yang perlu di contoh Indonesia. Ketika
kamu mau kuliah, kamu pasti menginginkan kuliah yang sudah punya nama, seperti
di macau ini, walau cuma kota kecil tapi kamu bisa berkuliah di kampus-kampus
yang sudah mendunia, seperti Canada university, institute studi eropa macau,
dan lain sebagainya. Walau macau kota judi tapi pemerintahnya berprinsip
warganya harus menjadi orang-orang yang cerdas dengan mendatangan universitas
luar ke macau, pemerintah macau bertekat agar para penerus bangsa macau bisa
mendapat pendidikan yang baik di macau tanpa harus pergi ke luar dari wilayah
macau. Pendidikan di macau sangat di perhatikan oleh pemerintah, saya berharap
Indonesia dapat memperhatikan lagi pendidikan Indonesia dengan beasiswa yang
lebih dan fasitilas yang baik. tidak harus mendatangkan unversitas luar, saya
yakin universitas di Indonesia tidak kalah dengan luar, hanya saja masih banyak
yang perlu di perbaiki terutama pada kurikulum yang seharusnya dapat
menyeimbangi kemampuan dari umur para pelajar.
Sedikit tambahan, kalau kamu kamu mati saya
sarankan jangan mati di macau, kenapa? Karna kamu mau mati aja kamu harus nyewa
tempat kuburan, atau pilihan lain harus di reklamasi. J
Macau udah, yuk lanjut ke china atau tingkok.
Terserah kamu mau bilangnya tingkok, tapi saya lebih suka menyebutnya china,
walaupun china dan tiongkok tidak ada bedanya.
Huemmmmmmm… ketika saya menulis china ini
saya melihat memo di hp saya tentang china, sedikit aneh memang, china adalah
Negara yang paling lama saya singgahi tapi paling sedikit catatan saya tentang
china ini, huemmmmmm, ya jujur saja, saya tidak terlalu respect dengan china,
banyak hal negathif yang saya temui di china dari pada positifnya, pertama
toilet, mayoritas toilet yang di gunakan adalah toilet kering, jadi kamu bisa
bayangkan kan bagaimana baunya, -_-
Sampah dan bangunan juga masih banyak yang
sama di Indonesia. Terutama seperti di Jakarta, sampah berserakan? Ada.
Bangunan kumuh? Ada, gembel? Ada, kuliner? Biasa aja, mau nyari tulisan b.ing
atau huruf? Susah.(kebanyakan tulisan mandarin), mau berinterraksi di social
media? Susah(social media di batasi). Macet? Ada. Air laut? Coklat atau pekat.
Dan cuacanya panas. Katanya China padat penduduk, tapi yang saya lihat masih
banyak juga lahan yang belum di manfaatkan.
Oiya china ni emang bener-bener kalau soal
dagang behhhhhhhh bikin buang-buang waktu! Bilang harganya xxx setelah di tawah
bisa jadi harga x doang. Emang harus kejem kalau beli barang di orang-orang
china.
Walaupun dari tadi saya banyak mengeluarkan
hal-hal yang kurang menyenangkan dengan china tapi teknologi dan tranportasi
china juga maju, di lihat dari berbagai barang-barang aslap(asli tapi palsu)
yang di buat oleh china dari fashion sampai elektroni yang banyak di incar oleh
Negara-negara berkembang. Dan wisata yang di kelola dengan baik.
contoh wisata yang paling greget itu di window of the world dan menonton
pagelaran seni dari splendid of china. Kalau kamu mau tau window of the world
mungkin kamu bisa googling. Hahahahaha!
Saya Cuma takut kalau cerita, takut di bilang ri’ya. Soalnya
window of the world emang keren banget. Window of the world adalah taman yang
isinya semua budaya bangunan Negara lain yang sudah mendunia, disana ada menara
Eiffel, taman japan dengan pohon sakura, air terjun Niagara, bangunan roma,
banguan afrika, bangunan eropa, bangunan asia dan masih banyak lagi kalau di
sebutin enggak akan kelar-kelar. Pokoknya hari ini bener-bener ngetrip deh.
Hahaha. Soalnya di window if the world kamu bisa berkeliling dunia tanpa kamu
perlu banyak mengeluarkan biaya, seperti judulnya. Window of the world = Jandela
Dunia. J
satu yang bikin saya bangga adalah melihat sebuah candi yang
berasal dari magelang, jawa tengah, Indonesia berada di antara bangunan dan
candi-candi yang megah di window of the world. Candi itu adalah candi
Borobudur. Senang, bangga, terharu dan sedih. Saya senang, bangga dan terharu
ketika melihat candi borobudur asal inodenesia yang pernah menjadi salah satu
keajaiban dunia berada di window of the world, sedihnya boyolali memiliki candi
lawang dan candi sari yang belum banyak orang yang ketahui. Huem… doa dan
harapan saya, semoga candi-candi di Indonesia lebih menggema di kanca
internasional terutama candi-candi yang ada di boyolali. Amin.
Selain saya dan teman-teman member duta seni mengnunjukan perform
kita di china, kita juga berkesempatan melihat perfom kesenian dari china di
splendid of china. Yang saya garis bawahi di splendid of china ini adalah
keserasian antara teknologi dan kesenian bisa menyatu dan bekerja sama dengan
sangat baik sehingga menghasilkan sebuah pertunjukan yang luar biasa dan apik.
Masih dengan penuh harapan, yang katanya boyolali akan membangun gedung
kesenian, semoga splendid of china dapat menjadi salah satu inpirasi bagaimana
teknogi menyatu dengan kesenian, semoga boyolali memiliki gedung kesenian dan
dapat menunjukan kesenian yang luar bisa lebih dari splendid of china.
Di china kita berada di dua kota, pertama di shenzen yang kedua
adalah di guangzhou. Perjalanan dari shizhen menjunu guangzhou kita
menggunakan transportasi darat kereta, kerta ini berbeda dengan kereta yang ada
di Indonesia, yeaaah. kereta ini kereta cepat yang cukup terkenal di china,
yang kesepatannya bisa mencapai 350km/jam. cepet banget coi. perjalanan dari
shenzhen ke ghuangzho memakan waktu sekitar 2 jam. dan semua lancar.
alhmdulilah.
Dan ini membuktikan walau china masih banyak kekurangan, tetapi
Teknologi, transportasi, infrakstruktur cukup maju, di buktiknya lagi, ada
banyak jembatan panjang membentang antar pulau yang cukup mewah (seperti
suramdu tapi yang kaya gitu di china banyak).
Dan hari ke tiga kita di china adalah kita perform di
sebuah mall di Y&R guangzhou pada malam hari, alhmdulilah penontonya
banyak, perform berlangsung dengan lancar dan sukses. Kita langsung pindah
hotel ke daerah Guangzhou dan paginya kita city tour lagi di akhiri dengan
shoping di baijing road.
Kalau keinget di baijing road jadi keinget china geblek. Hahaha.
Kejadian yang bikin ngakak, waktu itu saya, kezia dan lesya hunting baju. Saya
menanyakan kepada mas-mas china yang masih cukup muda (ganteng sih), mas-masnya
bilang harganya tu ninety nine yuan. Badalah untuk ukran kaos biasa ya mahal
banget lah, kita hampir meminggalkan toko itu, tapi di kejar lagi dan dia
bilang harganya kalau ninety, nineteen, eighty dan seomonganya dia gak
jelas.haha, karna keterbatasan bahasa expresia dia menjelaskan kepada kita-kita
terlihat sangat lucu dan dia hampir menyerah. Kita menanyakan ada kakulator
dengan bhs. inggris? Dia menjawab tidak. Akhirnya kita sama-sama pake bahasa
gak jelas untuk tawar menawar yang akhirnya di dapatnya 30 yuan dapat 2 kaos.
#lumayannnn. Di china dan japan sedikit sulit menjumpai orang yang bisa
berbahasa inggris.
Dari baijing road kembali ke hotel dan paginya kita terbang ke
kansai internasional airport, Osaka, japan dari bandara baiyun internasional
airport china, masih sulit di percaya, baru tahun lalu saya bertekat untuk
pergi keluar negeri dengan cara apapun setelah iri melihat foto teman saya yang
berhasil terbang ke singapura dengan biaya kampus. Iri? Memang. Tapi ke irian
itu saya jadikan motivasi bahwa saya bisa pergi keluar negeri, dan alhamdulilah
berkat ridho Allah SWT saya di beri kesempatan pergi keluar negeri dengan biaya
pemerintah boyolali, dan yang lebih membanggakan, di sana saya membawa nama
Boyolali-Indonesia. Subhanallah, terimakasih dan ucapan rasa syukur saya yang
tak terhenti.
Oke lanjut dulu cerita ke japannya.
Huemmmm ini ni Negara yang paling di tunggu-tunggu dan paling
bikin penasaran, selain japan memang Negara maju nomer 2 setelah America, japan
memang memiliki budaya, kedisiplinan, kuliner dan gaya hidup yang menarik.
Pertama menginjakan kaki di japan ada rasa lega disitu, ketika melihat situasi
japan yang bersih dan dan rapi ada rasa kaget disitu. Kok Indonesia
gak kaya gini ya? Hehehe. J
Banyak banget yang pengen saya ceritakan tentang japan sampai saya
bingung mau memulai dari mana. Pertama kansai internasional airport yang
letaknya di pinggir pulau. Mungkin sekilas airport ini biasa aja dan letaknya
mirip dengan bandara ngurah rai internasional airport denpasar. Tapi yang
membedakan bandara kansai ini terbuat dari tumpukan sampah, (salah satu
pemanfaatan sampah yang baik bukan?).
Dari bandara kita menuju Osaka. Sepanjang
jalan banyak saya temui pabrik-pabrik berderet-deret dekat laut, namun air laut
yang dekat pabrik itu masih jernih dan bersih. Tidak seperti di china
kemarin, air laut di china lebih coklat dan pekat. Ternyata pengelohan limbah
di japan sangat di perhatikan, jangan sampai merusak lingkungan, dan
pengeolahan limbah maupun sampah di japan di olah menjadi barang yang lebih
berguna seperi tissue dan lain sebagainya sampai limbah dan sampah tak tersisa,
#warrrrbyaaasakkk
Kebetulan saya dan rombongan sudah sampai di Osaka, dan disana
kita tinggal di apartemen yang berbeda-beda. Jadi ada 4 apartemen yang jaraknya
lumayan jauh, namun tidak menjadi penghalang kami untuk berkomunikasi satu sama
lain karna setiap apartemen di fasilitasi dengan wifi yang bisa di bawa kemana
saja. Kenapa kita di tempatkan di apartemen dan bukan hotel seperti
Negara-negara sebelumnya? Karena kita di tuntun agar kita bisa merasakan
bagaimana kemandirian dan kedisiplinan orang japan, dan saya bisa merasakan
itu, saya dan teman-teman terutama member duta seni putri yang satu dalam 1
apartemen, bahu membahu membersihkan apartemen, dari membungkus dan
mengumpulkan sampah, mencuci handuk-handuk kotor, membersihkan lantai, mencuci
piring, beres-beres kamar dan lain sebagainya, dan menurut saya ini lebih
menyenangkan dari pada saya tinggal di hotel dengan fasilitas cleaning servis.
Kekeluargaan di apartemen ini lebih tercipta dengan kerjasama yang baik,
(terimakasih nanda, shela, erlin, kezia, lesya, wahyu, salis, marina, shinta,
aanisa, nisa, lilies dan nony) yang sudah bantu-bantu beres-beres apartemen 3
hari ini. J
Dari kita tinggal di apartemen itu saya jadi lebih paham bagaimana
mandirinya orang japan, orang japan mendidik anaknya dari kecil tentang
bagaimana itu kemandirian dan kedisiplinan, di lihat dari anak-anak SD atau
sederajar, mereka berangkat sekolah itu sendiri tanpa di dampingi baby sister
dan tas-tas nya pun mereka bawa sendiri, tidak seperti di Indonesia yang dari
keluarga berada biasanya di damping baby sister untuk membawakan semua
perlengkapanya,
Dan transportasi yang di gunakan disini mayoritas menunggakan
transportasi umum, jalan kaki atau bersepeda, tidak peduli dia bos, manager,
directur atau siapa pun, warga japan lebih memilih jalan kaki atau bersepeda
dari pada menggunakan mobil walau sebenarnya mereka mampu untuk membelinya. Kenapa demikian? Karana menurut mereka menggunakan mobil
itu enggak banget. Sebab untuk parkir mobil di japan itu tarir persatu jamnya
itu mahal banget dan untuk biaya operasinal mobil itu sendiri menurut mereka
ribet dan mahal.
Hari pertama saya keliling japan, ada rasa
heran dalam benak saya, kenapa ini pekerja seperti tukang parkir, ticketing,
penjaga portal semua kakek-kakek? Kalau di Indonesia kita ketemu tukang parkir
kan rata-rata masih muda, ternyata orang japan adalah orang-orang yang gila
bekerja, jadi yang bekerja di kalangan bawah seperti yang saya contohkan tadi
adalah para pensiunan, mereka tidak suka berleha-leha menikmati uang pensiun,
tapi mereka tetap ingin terus bekerja sampai mereka benar-benar tidak bisa
bekerja lagi, pantas saja kalau orang japan di juluki sebagai warga yang
memiliki kesempatan hidup yang lebih lama. Karna dengan bekerja tubuh akan
selalu bekerja dan itu baik untuk kesehatan. Dan anak-anak muda disana lebih
cenderung kepekerjaan kantoran, alhasil untuk perkerjaan petanian dan perikanan
japan sedikit menurun.
Untuk tatanan kota saya sempat melewati
jembatan merah di daerah asesobasi dan gedung tertinggi harukas di
tenochi. Gedung-gedung di sini sudah di desain sedemikian rupa untuk
penanggulanan gempa, kalau di hongkong dan china kamu tiap dekit bisa merasakan
tremor yang bikin liyat-liyut, di japan juga sama, tapi tidak seterasa di
hongkong dan china. Orang japan beranggapan kalau gempa sekitar 5 skml itu
adalah hal yang biasa, tidak perlu kaget, toh gedung mereka memang sudah di
rancang anti gempa. # warrrrbyasaaak #lagiiikk
Soal fashion, japan memiliki selera fashion
tersendiri, untuk wanitanya bisa di bilang lebih sopan dari pada pakaian china
yang mayoritas pendek-pendek. Mungkin seperti itu karna cuaca, kalau di china
panas, kalu di japan dingin. Kamu orang Indonesia pasti pernah dengar harazuku
style? Cosplay? Mungkin di Indonesia seperti itu ngehits kali ya, tapi kalu
dijapan fashion itu enggak banget untuk para muda mudi japan. J. Hehehe.
Untuk belanja fashion di japan, dottombori
bisa menjadi alternative pilihan kamu belanja, harga tergantung kualitas, gak
mahal-mahal banget kok. Dan jarang kamun akan temui diskon dijapan. J
Di japan kita dua kali perfom menarikan
tarian khas boyolali, pertama di hanazono high school dan di minoh, di hanazono
high school saya berkesmpatan mengajari beberapa murit untuk menirukan beberapa
tari bagian dari topeng ireng. #sesuatu #rasanya. Dan minoh kita perfom di
pagelaran pementasan dari persatuan mahasiswa Osaka. Lumayan dapat
menggali informasi beasiswa untuk kuliah di japan. Amin. Hehe. alhmdulilah saat
perfome di japan selalu mendapat apresiasi yang luar biasa, di sambut dengan
baik dan yang paling kita bangga adalah tepuk tangan yang tidak ada henti, itu
adalah penghargaan tertinggi untuk seorang seniman, saya bukan seorang seniman,
saya hanyalah pelaku seniman yang membawa nama Boyolali-Indonesia di manca
negara.
Oiya, Agama orang japan adalah Shinto dan budha. Wanita
khas japan yang memakai naju kimono adalah ghesia.
Soal kebersihan di japan perlu di acungi
jempol. Jadi setiap apartemen atau rumah semua mengumpulkan sampah dan di taruh
depan apartemen atau dekat jalan, dan setiap paginya sekitar pukul 4 pagi ada
truk pengambil sampah yang akan di bawa kea gen utama, disana sampah akan di
pilah pilih mana sampah kertas, plastic dan sebagainya untuk di olah kembali
menjadi barang yang lebih berguna seperti yang sudah saya ceritakan
sebelumnya. Jadi setiap sudut kota japan memang bersih sebersih-bersihnya.
Limbah yang di olah pun tidak hanya dari limbah yang terlihat, tapi dari limbah
yang di rasakan, seperti limbah AC. Biasanya kan panas-panas sumuk gitukan?
Kalu di japan enggak, limbah AC pun terasa dingin dan sejuk.air sungai disana
juga sangat jernih. #warbiasaaak
Saya dan teman-teman waktu jalan-jalan di
dottombori sempat di sapa orang japan asli dan dia berkata dengan bahasa
Indonesia seadanya kalau dia sangat senang bertemu orang Indonesia di sini.
Beliau adalah bapak Kunihiko Kazama. Oya soal nama jadi inget sesuatu, kalau di
japan itu tidak mengenal nama huruf konsonan bertemu dengan huruf konsonan,
harus di tambahi huruf vocal. Contoh ya, nama saya adalah fariska kalau di
japan nama saya menjadi farisuka. Imut juga namaku. Hihihihi
Di japan juga sangat menjaga kesopanan,
contohnya kalu taxi lewat sedangan ada orang yang menghalangi atau di
sampingnya, mereka tidak membunyikan klakson, kenapa begitu? Karana mereka
menghargai orang yang jalan kaki dan tidak mau brisik atau menggangu orang lain.
#jeempoolll. Perlu di contoh ni buat yang gak sabaran di jalan raya. Hehehe
Catatan: kalau di lihat bagaimana disiplin
dan tertibnya orang japan dalam mengatur sampah, saya ada usulan untuk
pemerintah boyolali, untuk mengajarkan masyarakat boyolali tentang kepedulian
tentang sampah. bagaimana kalau komplek kab.boyolali kemiri di agendaan bebas
sampah sebagai ujung tombak percontohan, tentu perlu adanya pengontrolan serta
pengawasan dari pengelola, mungkin untuk awalnya bisa di adakan untuk hari-hari
tertentu bebas dari sampah, seperti Sunday moning itu? Itu juga menyebabkan
banyak sampah. Harus di adakanya peraturan di larang membungan sampah
sembarangan tau akan di kenai sangsi yang tegas, japan yang satu Negara luasnya
aja bisa, kabupaten boyolali saya yakin juga bisa. #Semangatssss
Mungki itu sedikit pesan dan kesan saya
selama 10 hari nge-trip bareng duta seni dan misi kebudayaan pelajar boyolali
2015 . puji syukur dan rasa terimkasih saya tidak henti-hentinya saya ucapkan,
terimkasih kepada Bapak Seno Samodro yang telah mengadakan program duta seni
ini sehingga saya berkesempatan untuk mengetahui dunia luar, kepada para
pembimbing pakde jungkung, om siwil, om josep, pak aslar dan pal rebut dan
kepada pelatih bu tanti yang sudah bersedia berbagi ilmu serta pengalaman,
kepada pendamping pak tris, pak jonh dan kepada manager(hehe) mas pepi dan mas
farid yang sudah rela mengorbankan waktunya untuk mengurusi banyak keperluan
kita. Terimkasih. terimkasih sudah sabar melatih dan membimbing kami, kami
tidak bisa banyak membalas kebaikan kalian semua, hanya doa agar kalian selalu
di beri kesehatan, kemurahan rejeki dan kebahagian dalam hidup. Amin. Semoga
doa ini terdengar dan di jawab oleh Allah SWT. Amin dan semoga kebaikan kalian
di balas oleh-NYA.
Dan
pada tanggal 11 oktober 2015 akan kepulangan saya dari japan, di antar lagi
oleh gerimis pagi. Gerimis kali ini special sekali ya. Gerimis hongkong,
gerimis macau, gerimis china dan gerimis japan J. Dan sampai di Indonesia pun saya belum
menjumpai gerimis lagi, semoga Indonesia cepat hujan, agar musibah asap dan
kebakaran hutan yang ada di sumatra, kalimatan, jawa tengah dan sekitarnya
dapat segera selesai. Amin.
saya pernah jadi pengecut, saya pernah jadi
pecundang, saya pernah jadi orang yang acuh, saya pernah minder setengah mati. Dan
sampai sekarang saya masih mencoba melawan itu semua. Caranya Cuma 1. Kamu
harus mempunyai tekat yang lebih kuat dari dirimu, lampai dirimu dan yakinlah
kamu bisa. Tapi percuma kalau kamu memiliki tekat namun hanya dalam hati yang
menggebu-gebu. Tekatmu harus sama dengan aksimu. Saya tidak suka jadi orang
yang biasa-biasa saja, saya mau jadi orang yang lebih dari biasa , tanpa mengangkat
kepala dan tanpa merundukan kepala.
Motto saya mungkin memang pasaran. Tapi dari pelajaran hidup saya,
motto ini yang paling tepat di kehidupan saya.
“ where there is a will, there is a way ”
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
No comments:
Post a Comment